<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/wordpress-mu-1.2.4" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>Ayo Menulis!</title>
	<link>http://mytipsblogs.com/ayomenulis</link>
	<description>Ajakan dari seorang teman penulis di ranah maya</description>
	<pubDate>Thu, 06 Mar 2008 00:45:04 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=wordpress-mu-1.2.4</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Judul yang Memikat</title>
		<link>http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2008/03/06/judul-yang-memikat/</link>
		<comments>http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2008/03/06/judul-yang-memikat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Mar 2008 00:44:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ikhlasul Amal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Siasat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2008/03/06/judul-yang-memikat/</guid>
		<description><![CDATA[Judul yang memikat akan segera mengundang calon pembaca untuk datang.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/08/30/menuliskan-judul-yang-lebih-bermakna/#comment-432">Abdurahman menanyakan</a> perihal &#8220;judul yang <i>nendang</i>&#8221; &#8212; atau
<em>memikat</em>. Secara implisit dia kaitkan pengertian
<em>memikat</em> tadi dengan <em>sensasional</em>, atau &#8220;bersifat
membuat sensasi.&#8221;</p>

<p>Menurut saya, <em>sensasional</em> adalah bagian dari
<em>memikat</em> tadi. Hal ini karena dengan &#8220;membuat sensasi&#8221;
tersebut orang menjadi tertarik untuk melongok, baik isi secara
keseluruhan atau cukup paragraf pembuka. Sensasi dilakukan dengan
cara melebih-lebihkan dan kemudian dipoles menjadi judul.  Dapat
berupa mengambil bagian tertentu yang dianggap spot menarik atau
memang sengaja mendramatisir. Yang perlu berhati-hati dengan sensasi
adalah efek berlebihan perlu rem. Tidak patut &#8212; dan dapat
dikomplain oleh pembaca &#8212; jika berita tentang film misalnya
dikesankan di bagian judul sebagai kejadian nyata. Pernah tulisan
sebuah latihan anti-teroris dipasangi judul seolah-olah memang
sedang terjadi penggrebekan sarang teroris; baru di bagian akhir
ditutup dengan anti-klimaks, &#8220;Untunglah hal ini hanya terjadi di
latihan pasukan anti-teroris.&#8221;</p>

<p><a href="http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2008/03/06/judul-yang-memikat/#more-23" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2008/03/06/judul-yang-memikat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>KBBI Dalam Jaringan (Daring)</title>
		<link>http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2008/02/18/kbbi-daring/</link>
		<comments>http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2008/02/18/kbbi-daring/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Feb 2008 08:01:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ikhlasul Amal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Peraut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2008/02/18/kbbi-daring/</guid>
		<description><![CDATA[KBBI edisi <i>online</i> tersedia dengan nama "KBBI Dalam Jaringan" (Daring).]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya pernah menulis manfaat kamus dengan <a href="http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/12/18/kamus-di-mejamu/">menyediakannya di meja
kerja</a>
selama proses penulisan. Selain alternatif membeli edisi cetak
(memang perlu mengalokasikan dana ekstra lumayan, namun manfaatnya
lebih banyak), <a href="http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php">Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tersedia dalam
versi <i>online</i></a>. Saya agak terlambat memberi tahu situs web
penting ini, dari percakapan tentang sebuah lema dengan <a href="http://hermansaksono.blogspot.com">Herman
Saksono</a>.</p>

<p>Sedikit lema yang saya coba periksa dengan membandingkan edisi cetak dan edisi <i>online</i>, isinya sama. Mudah-mudahan demikian dengan semua lema dan nantinya jika terdapat pemutakhiran edisi cetak, edisi <i>online</i> pun ikut dimutakhirkan.</p>

<p><a href="http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2008/02/18/kbbi-daring/#more-22" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2008/02/18/kbbi-daring/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tesaurus Kelengkapan Berikutnya</title>
		<link>http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/12/26/tesaurus/</link>
		<comments>http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/12/26/tesaurus/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Dec 2007 18:27:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ikhlasul Amal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Peraut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/12/26/tesaurus/</guid>
		<description><![CDATA[Tesaurus penting juga untuk penulis agar ungkapan lebih beragam.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah kebetulan kecil: selang beberapa jam setelah menulis
tetang <a href="http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/12/18/kamus-di-mejamu/">manfaat kamus untuk penulis</a>, saya terlibat percakapan ringan
lewat Yahoo! Messenger dengan <a href="http://hermansaksono.blogspot.com">Herman
Saksono</a>, penulis blog sohor
dari Yogyakarta. Herman membuka pembicaraan tentang kamus,
menyinggung pilihan kata, <em>trotoar</em> atau <em>trotoir</em>.
Dengan mencari lema yang bersangkutan di Kamus Besar Bahasa
Indonesia Edisi Ketiga, ditemukan <em>trotoar</em>.</p>

<p>Setelah itu kami mengobrol tentang tesaurus. Saya ingat beberapa
bulan lalu saat <a href="http://rehal.info/2007/01/tesaurus-bahasa-indonesia/">Tesaurus Bahasa
Indonesia</a>
diluncurkan, kami pernah juga membicarakan adikarya Eko Endarmoko
tersebut. Jadi boleh dikata percakapan kali ini adalah
kelanjutannya.</p>

<p><a href="http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/12/26/tesaurus/#more-21" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/12/26/tesaurus/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kamus di Mejamu</title>
		<link>http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/12/18/kamus-di-mejamu/</link>
		<comments>http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/12/18/kamus-di-mejamu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Dec 2007 23:09:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ikhlasul Amal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Peraut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/12/18/kamus-di-mejamu/</guid>
		<description><![CDATA[Kamus adalah alat bantu yang sangat diperlukan oleh penulis.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis perlu kamus, sekalipun bahasa yang digunakan di tulisannya
adalah bahasa ibu atau bahasa yang sudah dikuasai sehari-hari. Ada
beberapa pertimbangan penting akan keberadaan kamus di dekat meja
kerja penulis, selain &#8212; barangkali &#8212; teh hangat dan kudapan.</p>

<p><strong>Adanya acuan</strong> yang dijadikan patokan penggunaan kata, istilah,
ungkapan, dan semua perniknya. Bahasa sangat mungkin mengalami
perubahan &#8212; mengikuti waktu atau lokasi, dengan kamus penulis dapat
memilih sebuah acuan baku yang diterima dan dimaklumi oleh pembaca.
Karena kata <i>sonder</i> sudah terdapat di lema <abbr title="Kamus Besar Bahasa Indonesia">KBBI</abbr>, penulis dapat
menjadikan kamus sebagai referensi pemakaian kata serapa tersebut.</p>

<p><a href="http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/12/18/kamus-di-mejamu/#more-19" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/12/18/kamus-di-mejamu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Penggunaan Senarai</title>
		<link>http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/10/09/penggunaan-senarai/</link>
		<comments>http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/10/09/penggunaan-senarai/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Oct 2007 01:13:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ikhlasul Amal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[HTML]]></category>

		<category><![CDATA[Peraut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/10/09/penggunaan-senarai/</guid>
		<description><![CDATA[Senarai diperlukan antara lain untuk menjelaskan pemerian dengan
lebih baik. Tanda baca koma dapat dipakai untuk memisahkan satu
entitas dengan lainnya, seperti:



Mereka menjelajahi hutan, danau, sungai, hingga pantai.



Namun demikian jika yang hendak dipisahkan cukup panjang, atau
malah berupa kalimat, senarai lebih tepat digunakan, semisal:
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Senarai diperlukan antara lain untuk menjelaskan pemerian dengan
lebih baik. Tanda baca koma dapat dipakai untuk memisahkan satu
entitas dengan lainnya, seperti:</p>

<blockquote>
<p>
Mereka menjelajahi hutan, danau, sungai, hingga pantai.
</p>
</blockquote>

<p>Namun demikian jika yang hendak dipisahkan cukup panjang, atau
malah berupa kalimat, senarai lebih tepat digunakan, semisal:</p>

<p><a href="http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/10/09/penggunaan-senarai/#more-18" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/10/09/penggunaan-senarai/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menuliskan Judul yang Lebih Bermakna</title>
		<link>http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/08/30/menuliskan-judul-yang-lebih-bermakna/</link>
		<comments>http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/08/30/menuliskan-judul-yang-lebih-bermakna/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Aug 2007 09:20:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thomas Arie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Siasat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/08/30/menuliskan-judul-yang-lebih-bermakna/</guid>
		<description><![CDATA[Dengan adanya begitu banyak artikel di internet, pencari informasi banyak mengandalkan layanan mesin pencari untuk mencari rujukan informasi. Sebagai penulis artikel, yang berharap tulisannya mampu menjangkau pembaca yang lebih luas, ada sebuah hal penting yang tidak boleh dilupakan: tulislah judul dengan lebih berarti.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika membuat sebuah artikel yang kita publikasikan di internet, judul artikel memegang pertanan penting. Di blog ini sudah dibahas mengenai bagaimana <a title="Penggunaan Judul" href="http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/06/10/penggunaan-judul/">penggunaan judul yang baik pada penyediaan halaman web.</a> Sudahkah kita menuliskan judul dengan lebih berarti?</p>

<p>Dengan adanya begitu banyak artikel di internet, pencari informasi banyak mengandalkan layanan mesin pencari untuk mencari rujukan informasi. Sebagai penulis artikel, yang berharap tulisannya mampu menjangkau pembaca yang lebih luas, ada sebuah hal penting yang tidak boleh dilupakan: tulislah judul dengan lebih berarti.</p>

<p><a href="http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/08/30/menuliskan-judul-yang-lebih-bermakna/#more-17" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/08/30/menuliskan-judul-yang-lebih-bermakna/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ungkapan Positif</title>
		<link>http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/08/10/ungkapan-positif/</link>
		<comments>http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/08/10/ungkapan-positif/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Aug 2007 00:52:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ikhlasul Amal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Siasat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/08/10/ungkapan-positif/</guid>
		<description><![CDATA[Tiga cara menunjukkan ungkapan positif kepada pembaca. Ungkapan positif menunjukkan pandangan penulis yang juga positif.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ungkapan positif menggambarkan pikiran penulis yang juga positif.</p>

<p>Ada beberapa cara untuk menunjukkan ungkapan positif kepada para
pembaca. Di bawah ini dituliskan tiga buah di antaranya.</p>

<p><strong>Sodorkan pendapat, bukan semata sanggahan.</strong> Menyanggah terkadang
lebih mudah: <i>ah, jangan begitu</i>, <i>saya tak setuju</i>, dan sejenisnya.
Sayangnya, selain ungkapan tersebut akan ditandai dengan kata
&#8220;jangan&#8221; dan &#8220;tidak&#8221;, penulis tidak menyodorkan alternatif apapun,
atau mengajak pembaca pada posisi menolak, titik. Mengapa tidak
diganti atau ditambahi dengan bentuk pilihan? Sebagai contoh,
alih-alih <i>saya tidak suka warna merah</i>, lebih membuka wawasan
dengan pendapat, <i>saya lebih suka biru karena warna ini kalem.</i>
Pembaca menjadi tahu preferensi Anda sebagai penulis.</p>

<p><a href="http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/08/10/ungkapan-positif/#more-16" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/08/10/ungkapan-positif/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bagian Pembuka yang Menentukan</title>
		<link>http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/07/21/bagian-pembuka/</link>
		<comments>http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/07/21/bagian-pembuka/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jul 2007 08:31:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ikhlasul Amal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Siasat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/07/21/bagian-pembuka/</guid>
		<description><![CDATA[Bagian pembuka sebuah tulisan -- dari judul dan paragraf pertama -- dianggap sebagai bagian yang menentukan perihal isi materi secara keseluruhan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul memang <a href="http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/06/10/penggunaan-judul/
" title="Penggunaan Judul">membantu dari sisi teknis penyediaan dokumen di
Web</a>, namun selain itu bagian pembuka sebuah dokumen
menurut sebagian pihak adalah &#8220;perang pembuka&#8221; yang menentukan.
Bagian penentu inilah yang akan dibahas pada tulisan ini.</p>

<p>Saya pernah baca di sebuah artikel kiat menulis bahwa paragraf
pertama sebuah tulisan haruslah menggambarkan secara ringkas isi
tulisan tersebut secara keseluruhan. Terus terang, saya pribadi
belum dapat dengan ajeg mengikuti arahan tersebut. Saya masih sering
menghabiskan bagian awal tulisan untuk beruluk salam, mengajukan
pertanyaan semi-retoris, atau malah berputar-putar dulu ke tempat
lain.</p>

<p><a href="http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/07/21/bagian-pembuka/#more-15" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/07/21/bagian-pembuka/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Gunakan HTML agar Pembaca Puas dan Komputer Ikut Membaca</title>
		<link>http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/07/07/gunakan-html/</link>
		<comments>http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/07/07/gunakan-html/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jul 2007 09:56:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ikhlasul Amal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Peraut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/07/07/gunakan-html/</guid>
		<description><![CDATA[HTML perlu difahami oleh penulis di media web karena merupakan bahasa yang digunakan untuk representasi visual kepada pembaca dan dimengerti oleh komputer.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perlukah penulis memahami <abbr title="Hypertext Markup Language">HTML</abbr>?</p>

<p>Pertanyaan ini kira-kira sama dengan pertimbangan penggunaan bahasa
tertentu atau perangkatnya agar lebih dekat dengan pembaca. Bukankah
<em>L</em> pada <abbr>HTML</abbr> adalah <i>language</i> dan <abbr>HTML</abbr> sendiri sudah
dinisbahkan sebagai <i>lingua franca</i> di dunia Web? Artinya,
penguasaan <abbr>HTML</abbr> bagi penulis di media Web jangan dilihat sebagai
keharusan yang bersifat paksaan, melainkan keperluan untuk
mendapatkan keuntungan lebih.</p>

<p><a href="http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/07/07/gunakan-html/#more-14" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/07/07/gunakan-html/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pendekkan. Ringkas</title>
		<link>http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/06/28/pendekkan-ringkas/</link>
		<comments>http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/06/28/pendekkan-ringkas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jun 2007 08:20:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ikhlasul Amal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sudut Lipatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/06/28/pendekkan-ringkas/</guid>
		<description><![CDATA[Sangat sedikit pembaca yang tahan dengan paragraf panjang. Ini
pendapat saya. Matthew Stibbe
menulis bahwa
email yang panjang tidak akan dibaca dan paragraf-paragraf panjang
juga dilewat setelah kalimat pertama. Kemungkinan hal tersebut
berlaku di blog.

Persoalan paragraf panjang memang bukan berkait dengan media yang
digunakan. Di manapun, mulailah menyusun paragraf pendek dengan
mengeksplorasi sebuah poin &#8212; dan hanya satu. Topik berikutnya: ganti
paragraf.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sangat sedikit pembaca yang tahan dengan paragraf panjang. Ini
pendapat saya. <a href="http://www.badlanguage.net/?p=463" title="Email etiquette revisited">Matthew Stibbe
menulis</a> bahwa
email yang panjang tidak akan dibaca dan paragraf-paragraf panjang
juga dilewat setelah kalimat pertama. Kemungkinan hal tersebut
berlaku di blog.</p>

<p>Persoalan paragraf panjang memang bukan berkait dengan media yang
digunakan. Di manapun, mulailah menyusun paragraf pendek dengan
mengeksplorasi sebuah poin &#8212; dan hanya satu. Topik berikutnya: ganti
paragraf.</p>

<p><a href="http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/06/28/pendekkan-ringkas/#more-12" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mytipsblogs.com/ayomenulis/2007/06/28/pendekkan-ringkas/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
