You're here: My Tips Blog » Ayo Menulis! » Article: Penggunaan Senarai

Penggunaan Senarai

Ikhlasul Amal — October 9, 2007 / 08:13

Senarai diperlukan antara lain untuk menjelaskan pemerian dengan lebih baik. Tanda baca koma dapat dipakai untuk memisahkan satu entitas dengan lainnya, seperti:

Mereka menjelajahi hutan, danau, sungai, hingga pantai.

Namun demikian jika yang hendak dipisahkan cukup panjang, atau malah berupa kalimat, senarai lebih tepat digunakan, semisal:

Mereka melakukan beberapa hal dalam perjalanan tersebut:

  1. menjelajahi hutan hingga bertemu dengan sejumlah anjing hutan;
  2. menyusuri pinggiran sungai dan bertemu sejumlah penduduk di pedalaman yang tinggal dekat dengan sungai selama ratusan tahun;
  3. menapaki pantai seperti tak menemani matahari yang terbenam sepanjang petang.

Setiap entitas di senarai tersebut dapat diawali dengan angka atau aksara apabila urutan dianggap penting. Di dalam format HTML disebut dengan ordered list. Sedangkan untuk senarai yang ditampilkan bebas (urutan tak berpengaruh) di setiap entitas diawali dengan penanda visual dan disebut unordered list di HTML.

Selalu gunakan tag senarai, yaitu ol untuk senarai berurutan dan ul untuk senarai tak berurutan. Selain secara visual akan ditampilkan lebih baik, termasuk adanya identasi, pemakaian tag senarai mendukung semantik HTML yang lebih tepat dan dipahami lebih benar oleh mesin pencari. Artinya, mesin pencari akan meletakkan entitas di dalam senarai tersebut sebagai bagian-bagian saling berkait.

Dari sisi kebahasaan, biasakan menulis entitas di dalam senarai secara sejajar. Jika hendak disebutkan daftar benda misalnya, maka pastikan bahwa semua nama benda yang berkorelasi tertulis sebagai senarai. Demikian juga untuk aksi pekerjaan, situasi, atau sifat yang akan diperikan.

Sebagai contoh, amati dua senarai di bawah ini:

  1. memulai pekerjaan dengan berdoa;
  2. mengerjakan tugas dengan bersungguh-sungguh;
  3. mengembalikan alat bantu ke tempat semula;
  4. mengakhiri pekerjaan dengan menutup pintu gudang.

Berikutnya,

  1. pekerjaan dimulai dengan berdoa;
  2. tugas dilakukan dengan sungguh-sungguh;
  3. alat bantu dikembalkan ke tempat semula;
  4. pekerjaan diakhiri dengan menutup pintu gudang.

Contoh pertama berisi entitas pekerjaan (diawali dengan kata kerja), sedangkan di contoh kedua berisi entitas barang (diawali dengan kata benda). Perhatikan konsistensi kedua senarai di atas.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • rosi — Inspirasi...hem...sebetulnya sering muncul dikepalaku.Banyak ide banyak impian.Aku pernah dapet inspirasi saat on the way home, tepatnya waktu aku lagi duduk ...
  • eRYxzz.. — emang kls 5 SD sdh di ajarin... tapi pas kuliah di kasih tugas bikin kerangka karangan.... ADUH PUSING NICH... gmnA dOngz?...
  • siti rosyidah — salam kenal buat mas
  • nenew — Judul yang lebih lengkap membuat pembaca yakin kalau tulisan kita yang sedang meraka cari, judul yang tidak terarah membuat orang ...
  • Unknown — thanks
  • Green — Aduh...bngung gmana nulis krangka krangan! Cz dri SMP aq plg malez plajarn bhs.ind0. Trus, skrg kuliah dpt tgas bkin krangka krangan! Cpe... D... ...
  • Roy — Salam kenal, Makasih buat tips nya, saya juga mau nulis tapi gimana masukin ke internetnya. Apakah bos punya web or blog ...
  • Nabila zahra cantiq bangetzz — ceritanya bagus bangetzzz. ajarin dungzzz.. caranya
  • fadhil — Asyik banyak ilmu yang aku dapat dari sini
  • Andith — Thanks !!