You're here: My Tips Blog » Ayo Menulis! » Article: Pendekkan. Ringkas
Sangat sedikit pembaca yang tahan dengan paragraf panjang. Ini pendapat saya. Matthew Stibbe menulis bahwa email yang panjang tidak akan dibaca dan paragraf-paragraf panjang juga dilewat setelah kalimat pertama. Kemungkinan hal tersebut berlaku di blog.
Persoalan paragraf panjang memang bukan berkait dengan media yang digunakan. Di manapun, mulailah menyusun paragraf pendek dengan mengeksplorasi sebuah poin — dan hanya satu. Topik berikutnya: ganti paragraf.
Pergantian paragraf dengan sebuah baris kosong misalnya, membantu pembaca mendapat jeda sejenak, memahami bagian yang telah lalu, dan bersiap membaca bagian berikutnya. Bandingkan dengan paragraf terlalu panjang yang hanya membuat pembaca lelah dan harus mengernyitkan kening untuk menangkap maksud penulis.
Salah satu cara mulai berpikir kompak adalah saat membuat kalimat. Efisien adalah syarat penting yang harus dipegang oleh penulis. Dengan kalimat pendek dan “hubungan yang erat” antarkalimat dalam sebuah paragraf tidak sulit menyediakan paragraf pendek.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
XML error: Reserved XML Name at line 2, column 38
Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.
Hafiz
Iya, sering dikatakan bahwa di Web orang-orang tidak lagi membaca, tapi sekedar memindai (”scan”) tulisan.
Memang perlu ilmu tersendiri untuk bisa menyampaikan sesuatu dalam kalimat yang hanya dibaca sepotong-sepotong seperti itu. Mohon petunjuknya dalam hal ini, dan salam kenal!
July 9th, 2007 at 11:38
amrinz
membaca kelanjutannya amat ditentukan gaya bahasa. Kalau sedari awal, gaya bahasanya sudah gagal menyampaikan maksud dalam baris yang sesingkat-singkatnya, bisa dikatakan tulisan itu (kalau tidak mau dikatan, penulisnya) gagal.
March 10th, 2008 at 09:00