Ajakan dari seorang teman penulis di ranah maya
Topik: Sudut Lipatan
2 komentar — Ikhlasul Amal, June 28th, 2007
Sangat sedikit pembaca yang tahan dengan paragraf panjang. Ini pendapat saya. [Matthew Stibbe menulis](http://www.badlanguage.net/?p=463 "Email etiquette revisited") bahwa email yang panjang tidak akan dibaca dan paragraf-paragraf panjang juga dilewat setelah kalimat pertama. Kemungkinan hal tersebut berlaku di blog. Persoalan paragraf panjang memang bukan berkait dengan media yang digunakan. Di manapun, mulailah menyusun paragraf pendek dengan mengeksplorasi sebuah poin -- dan hanya satu. Topik berikutnya: ganti paragraf.
Topik: Motivasi
1 komentar — Ikhlasul Amal, June 24th, 2007
Saya sudah tidak sabar ingin menulis. Tolong!
Topik: Sudut Lipatan
1 komentar — Ikhlasul Amal, June 19th, 2007
Kerangka karangan sudah diajarkan di kelas 5 Sekolah Dasar -- setidaknya itu yang saya tahu dari persiapan ujian anak saya pekan ini. Intinya adalah menyusun simpul-simpul penting yang akan dikembangkan menjadi tulisan nantinya. Dengan demikian kerangka karangan berbentuk global dan biasanya disusun dalam bentuk senarai. Susun secara mendasar terlebih dulu materi yang akan disampaikan: pertama, kedua, ketiga, ... Untuk reportase, biasanya mengikuti kerangka waktu peristiwa berlangsung; hubungan sebab-akibat untuk tulisan argumentatif. Bahkan khotbah Jumat pun memiliki urutan kerangka yang dijadikan tata-tertib. Tulis dulu semua poin yang akan disampaikan. Setelah itu baru dipertimbangkan faktor penting dari urutan. Termasuk pengelompokan kerangka yang sejenis agar tulisan kita cukup runut dalam berpindah dari satu topik ke berikutnya. Poin pada kerangka karangan membantu dalam hal ini.
Topik: Siasat
2 komentar — Ikhlasul Amal, June 10th, 2007
Ada dua judul di format HTML: satu disediakan untuk perambah (browser) dan menjadi "bagian resmi" dari sintaks HTML, dengan tag <title>; dan satu lagi disusun sendiri oleh penulis dokumen mengikuti aturan penajukan (heading) dan biasanya digunakan tag <h1>. Judul adalah bagian yang penting pada penyediaan halaman web. Bagian ini dibaca pertama kali oleh pengunjung dan dijadikan "pengikat" oleh banyak aplikasi yang mengolah halaman web. Sebagai misal, penanda halaman Web (bookmark) di perambah menggunakan isi <title> untuk melengkapi atribut judul. Demikian juga layanan web banyak yang menggunakan judul, seperti halnya peringkat di mesin pencari atau pemasangan entri dengan cara otomatis di [del.icio.us](http://del.icio.us).
Topik: Peraut
Diskusi — Ikhlasul Amal, June 7th, 2007
Salah satu penyedia kartu kredit pernah menulis slogan di atas, Don't Leave Home Without It. Atas dasar alasan penting atau terdapat kemungkinan kita mengalami kejadian yang memerlukan alat bantu pembayaran kartu tersebut. Demikian juga buku saku atau sering disebut notes. Biasanya berukuran segenggaman telapak tangan orang dewasa, ketebalan sedang, berupa setumpuk kertas polos atau bergaris dijilid. Penulis sangat mungkin tiba-tiba berhadapan dengan keadaan yang perlu dicatat -- entah deskripsi lengkap, poin-poin yang penting, atau sekadar sebuah alamat web, alamat email, atau nomor telepon. Kejadian mendadak itu terjadi di sembarang tempat, sulit diprediksi, seperti halnya fotografer membawa kamera dan serentak dia mengarahkan kamera pada objek yang dianggap istimewa. Di buku masa kanak-kanak saya, berjudul Kehidupan dan Kesenggangan, terbitan Time-Life, terdapat tip untuk calon penggambar yaitu membawa kertas sketsa ke manapun dia pergi.
Topik: Sudut Lipatan
2 komentar — Ikhlasul Amal, June 5th, 2007
Seorang teman penerjemah di Bandung pernah memberi hadiah saya sebuah buku hasil terjemahannya, Menulis dengan Emosi. Sayang hadiah yang sangat menyentuh tersebut terbengkalai bersama belasan barang lainnya pada saat saya harus rela meninggalkannya. Saya periksa malam ini lewat Google, buku tersebut ditulis oleh Carmel Bird dan diterbitkan oleh Kaifa. Yang menarik adalah contoh-contoh yang bertaburan di sepanjang buku tentang penulis-penulis ternama yang boleh dikata menulis bagian dari kisah nyata yang mereka alami. Tentu saja hasilnya dapat berubah menjadi fiksi, opini, atau bentuk lain yang sudah "samar" dari paparan asli peristiwa tersebut.
Komentar Terbaru